Showing posts with label Diagnostic Test. Show all posts
Showing posts with label Diagnostic Test. Show all posts

25.2.20

Diagnostic Test : Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk)



Manusia Itu Unik

Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda. Bukan dia yang pintar Matematika atau Fisika yang bisa disebut 'pintar'. Tapi pada kesehariannya memang seperti itu ya? Kita tengok ketika di sekolah, siswa mana yang disebut si Pintar? -

Pun jangan sekali-kali mengatakan 'bodoh' terhadap yang tidak mendapatkan nilai 10 di bidang Olahraga, Musik, Bahasa, atau Kimia. Jangan pula mengatakan pemalas pada mereka yang senantiasa berdiam diri di rumah atau memilih sendirian di taman sekolah. Apalagi mengatakan cari muka pada siswa yang gemar beradu pendapat dan berdiskusi di ruang kelas. Mereka ada dalam porsinya masing-masing. Mereka ada dalam kecerdasannya masing-masing. Teori ini disebut Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence).

Ada bakat yang kadang belum tergali hanya karena kita ikut-ikutan orang lain. Ia yang selalu tertinggal dan berada dalam urutan belakang, karena ia tidak bisa mengejar prestasi teman-temannya. Ini nyaris seperti harimau yang mencoba belajar berenang, bergaul dengan kelompok lumba-lumba yang hidup di lautan. Walaupun ia pada akhirnya bisa berenang, tetap saja ia bukan yang terbaik di bidangnya.

Dan jika pun memaksakan dengan apa yang sedang 'trend' hari ini, akumulasi waktu dan tenaga untuk mempelajarinya tidak akan sebanding dengan apa yang seharusnya kamu dapatkan lebih dari 'apa yang terbayangkan'. Saya percaya setiap manusia yang terlahir ke dunia, memiliki visi tersendiri untuk apa yang diciptakan.

Pernah suatu kali saya mencoba uji test Kecerdasan  Majemuk ini pada siswa bimbingan belajar saya, dan apa sambutan yang saya dapatkan?

Ketika di test si anak mendapatkan Kecerdasan Musikalitas yang sangat tinggi. Tapi orang tuanya, mematahkan untuk mencari kecerdasan yang lain yang lebih 'wajar', yang 'lumrah'. Para orang tua masih membayangkan profesi kerja kantoran adalah dambaan untuk anaknya, dimana nilai Matematika adalah yang utama. Bukan jadi penulis atau jadi pemusik.

Dan saya pribadi tidak mempermasalahkan hal ini, karena matematika itu memang sangat perlu untuk mendukung 'Pencapaian'. Lihat saja Ujian Nasional, Test Kecakapan Kerja, Test CPNS, dimana Matematika tidak bisa dilepaskan untuk mengukur kepandaian seseorang. Prokontra pasti ada.

Bukan itu saja yang saya khawatirkan. Banyak bakat-bakat alami dari siswa yang tertimbun lantaran desakan ekonomi dan keluarga. Ribuan anak-anak terdeteksi 'Cerdas' hilang karena tidak bisa membiayai pendidikan. Mereka memilih bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Lagi-lagi terkendala.

Setelah lulus sekolah apakah mereka akan sukses? "Manusia hanya bisa merencanakan, Tuhan yang menentukan dan orang lain yang berkomentar." Sebisa mungkin kita berusaha untuk memantapkan hati, berdo'a pada Tuhan supaya dipertemukan dengan 'Mimpi Besar' kita.  Cita-cita yang kita dambakan saat kecil. Dan jangan sampai anak-anak generasi mendatang 'malu', 'ragu', 'tidak tahu' akan Impian mereka.

Back to Content

Test Multiple Intelligence


Test berikut berisi pilihan yang bisa dicentang lebih dari satu, jika sesuai dengan karakter/pembiasaan diri. Kerjakan dengan baik dan hati-hati. Semoga berhasil.

Back to Content

Linguistik intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan Linguistik (Linguistik Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:


  • Menghafal dan mengingat nama, kata, dan istilah baru sepanjang waktu.
  • Mempelajari bahasa asing dengan sangat mudah.
  • Memahami informasi dan petunjuk/instruksi baru yang didengarnya.
  • Memiliki kepekaan terhadap arti kata dan urutannya yang baru didengarnya.
  • Menyampaikan suatu pesan lisan dengan jelas dan runtut.
  • Menulis suatu karya tulis, seperti esai, cerita, puisi, jurnal, dan sebuah buku.
  • Melakukan persuasi negosiasi dengan orang lain.
  • Belajar melalui kata-kata yang didengarnya dan tulisan yang dibacanya.
  • Menggunakan kata dan bahasa secara efektif untuk berbicara dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menyukai dan mahir dalam berdiskusi, berpidato, dan berdebat.

Jika kecerdasan linguistik belum berkembang dengan baik, beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. belajar mendengarkan efektif,
  2. belajar berbicara dengan jelas,
  3. memperbanyak membaca buku-buku baru,
  4. berlatih menulis kreatif.
  5. Libatkan diskusi, debat, collaborative learning.
  6. Gunakan bahasa sendiri.untuk menjelaskan, merangkum atau membuat catatan
  7. Gunakan teknik kata atau kalimat kunci.
  8. Pelajari cara menyusun presentasi atau makalah yang baik
  9. Pelajari teknik berbicara dan mendengar yang baik dan benar

Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan linguistik yang baik adalah menjadi seorang penulis, pengacara, politikus, guru bahasa, pengarang buku, wartawan, penyair, penyiar radio atau televisi, trainer, ahli bahasa, penerjemah, public relation, editor buku, konsultan media, pemain sandiwara, dan pelawak.

Back to Content

Logical–Mathematical Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan Logika-Matematika (Logical-Mathematical Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:
  • Menghitung dan bekerja dengan angka sederhana maupun rumit.
  • Mengenali pola hubungan sebab-akibat dari suatu peristiwa atau kejadian.
  • Mengenali dan menguraikan pola yang abstrak atau tidak jelas.
  • Berpikir secara ilmiah dan sains.
  • Menguji suatu teori atau hipotesa baru dengan metode ilmiah.
  • Memecahkan permasalahan ayng membutuhkan pemikiran logis.
  • Melakukan kategorisasi dan klasifikasi atas temuan atau informasi baru.
  • Berpikir deduksi dan induksi.
  • Mahir menyusun strategi, misalnya permainan strategi atau bisnis.
  • Menggunakan teknologi yang tepat untuk memecahkan masalah sehari-hari.

Jika kecerdasan logika-matematika belum berkembang dengan baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. seringlah berpikir logis, baik secara deduksi maupun induksi
  2. biasakan untuk bermain dengan angka, jangan alergi terhadap matematika
  3. berlatihlah mengenali pola hubungan tertentu
  4. belajarlah menjadi seorang problem solver (pemecah masalah)

Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan logika-matematika yang baik adalah menjadi seorang ilmuwan, peneliti, ahli matematika, dokter, akuntan, ahli ekonomi, programer komputer, teknisi, guru ilmu pengetahuan alam atau matematika, ahli statistik, banker, dan ahli pembukuan.

Back to Content

Visual-Spatial Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan visual-spasial (Visual Spatial) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:

  • Membayangkan dan mengenali suatu objek dan bentuk yang baru dilihat.
  • Membuat desain barang dan ruangan dalam suatu bentuk tertentu.
  • Memiliki kapasitas membuat sketsa, menggambar dan melukis.
  • Menggunakan gambaran suatu objek tertentu untuk berpikir.
  • Mengenali satu lokasi dan tempat tertentu, jalan masuk, dan jalan keluarnya.
  • Mengubah gambaran suatu objek atau pola tertentu melalui mental.
  • Membuat peta, grafik diagram, serta bagan alir (flow chart).
  • Memiliki keahlian seni lainnya, seperti memahat patung, seni ukir, dan seni cipta lainnya.
  • Mempunyai imajinasi yang baik, termasuk terhadap gambar tiga dimensi.
  • Menampilkan suatu rencana masa depan secara visualisasi ataupun gambaran nyata.
Jika kecerdasan visual-spasial belum berkembang dengan baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. belajar untuk menyukai bentuk, warna, dan ruang
  2. berlatihlah menggambar secara mental maupun realistis

Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan visual-spasial yang baik adalah menjadi seorang seniman, arsitek, fotografer, desainer (interior dan pakaian), pemahat patung, ahli survei, ahli kecantikan, pelukis, juru gambar (teknik atau arsitek), pilot, dan perencana kota.

Back to Content

Bodily-Kinestethic Intelligences


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan bodily-kinestethic (Linguistik Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:

  • Mempunyai koordinasi fisik/anggota tubuh dengan waktu yang tepat.
  • Melakukan kegiatan dan aktivitas fisik.
  • Menunjukkan keseimbangan gerakan anggota tubuh dalam kegiatan seni gerak, misal berakting atau menari.
  • Berolahraga, termasuk bela diri dan senam.
  • Menyelesaikan keterampilan tangan, seperti membuat patung.
  • Menampilkan bahasa tubuh yang meyakinkan saat menyampaikan ide.
  • Menyatukan pikiran dan gerakan tangan untuk menggerakkan objek tertentu.
  • Mempelajari sesuatu yang baru dengan memegang, menyentuh, dan melakukan.
  • Mengelola suatu peralatan rumit yang membutuhkan gerakan motorik halus.
  • Menunjukkan ketahanan fisik dan ketepatan koordinasi tubuh dalam menyelesaikan tugas fisik, seperti memindahkan dan menyusun sekumpulan barang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Jika kecerdasan kinestetik-tubuh belum berkembang dengan baik, maka berlatihlah mengkoordinasikan gerakan tubuh Anda. Sebelum berlatih, tentukan terlebih dahulu kapasitas apa yang ingin ditingkatkan. Tip praktis yang dapat dicoba:

  1. berlatih mengekspresikan ide dan perasaan didukung oleh bahasa tubuh. Misalnya menunjuk sesuatu dengan jari telunjuk dan mengarah ke arah yang dituju.
  2. bermain peran (role playing)
  3. jika ingin meningkatkan sebagai seorang profesional, maka perlu mengikuti suatu perkumpulan atau klub
  4. mengkoordinasikan gerakan tubuh yang berkaitan dengan motorik halus

Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan kinestetik-tubuh yang baik adalah menjadi seorang olahragawan, penari, aktor/aktris, koreografer, ahli bedah, tukang bangunan, tentara, pemain drama panggung, ahli akupuntur, petualang, terapis fisik, ahli bela diri, dan pembuat patung.
Back to Content


Musical Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan musikal (Musical Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:

  • Mengenali dan merespon denganmuidah berbagai auara yang didengar.
  • Mengenali jenis musik yang didengar.
  • Menyenyikan sebuah lagu selaras dengan nada dan irama.
  • Memiliki hasrat dan ketertarikan kuat terhadap musik dan lagu.
  • Menciptakan sebuah lagu dan irama musik.
  • Melakukan analisis dan apresiasi terhadap suatu jenis musik.
  • Memainkan instrumen alat musik.
  • Membaca notasi dan tanda musik lainnya.
  • Menggunakan lagu atau musik untuk mengingat sebuah informasi.
  • Memahami hubungan antara musik dan perasaan.

Jika kecerdasan musikal belum berkembang dengan baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. berlatih mengenali berbagai suara di berbagai tempat
  2. belajar mengenali berbagai lagu dan jenis musik
  3. belajar menguasai musik secara teknis
  4. mengukuti kontes atau kompetisi tarik suara
  5. memahami makna atau arti sebuah lagu
  6. menyampaikan informasi baru dengan intonasi tertentu

Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan musikal yang baik adalah menjadi seorang penyanyi, pemain musik, pencipta lagu, dirijen, pemandu musik, teknisi alat musik, konsultan musik, dan seorang disc jockey.
Back to Content


Interpersonal Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan interpersonal (Interpersonal Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal  berikut:


  • Memiliki kepekaan mengetahui pikiran, perasaan, dan maksud orang lain.
  • Bekerja sama dengan orang lain dalam suatu tim kerja.
  • Berkomunikasi secara efektif dengan orang lain.
  • Mudah berempati dengan orang lain.
  • Memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu menjadi penengah di antara orang lain dalam suatu masalah.
  • Membujuk dan mengarahkan orang lain.
  • Mengajar dan berbicara di depan banyak orang lain.
  • Mudah menjalin relasi sosial dengan orang baru.
  • Suka berorganisasi dan menjadi anggota suatu perkumpulan sosial.
  • Memberikan saran dan konseling kepada orang lain.


Jika kecerdasan interpersonal belum berkembang dengan baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:


  1. berlatih komunikasi secara efektif. Misal mengikuti kegiatan pengembangan diri, ikut organisasi.
  2. mulai untuk terbiasa bekerja sama dengan orang lain. Misalnya dengan membentuk kelompok diskusi, memebri bantuan pada orang lain, dsb.
  3. belajar memahami pikiran, perasaaan, motivasi, dan maksud orang lain.
  4. mengambil kesempatan peran kepemimpinan yang datang kepada kita
  5. mengembangkan karakter yang mendukung aktivitas menjalin relasi dengan orang lain. Misalnya bersikap ramah, rendah hati, berpikiran positif, jujur, suka membantu orang lain.


Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang baik adalah menajdi seorang poitikus, manajer, guru, pekerja sosial, terapis wicara, profesional pengembangan sumber daya manusia, mediator, pemimpin, konselor, psikiater, salesman, ahli agama, psikolog, organoser, trainer.
Back to Content

Intrapersonal Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:

  • Menyadari dan mengerti kondisi emosi, pikiran dan perasaan, motivasi, dan tujuan diri sendiri.
  • Bekerja secara mandiri.
  • Mengungkapkan dan mengekspresikan pikiran dan perasaan sendiri.
  • Menyusun dan mencapai visi, misi, dan tujuan pribadi.
  • Mengembangkan konsep diri dan sistem nilai yang dianut dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menyadari kelebihan dan kekurangan diri.
  • Memiliki kemauan untuk mengembangkan diri sendiri tanpa perlu dimotivasi oleh orang lain.
  • Memiliki kapasitas berpikir yang tinggi tentang filsafat hidup.
  • Mengatur kondisi internal diri sendiri secara efektif.
  • Memiliki kapasitas memahami hubungan antara diri sendiri dan orang lain.

Jika kecerdasan intrapersonal belum berkembang dengan baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:


  1. sediakan waktu untuk merefleksikan diri
  2. melakukan program pengembangan diri


Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang baik adalah menjadi seorang ahli filsafat, dokter jiwa, ahli agama, psikolog, peneliti, konselor spitritual, dan perencana program pengembangna diri.
Back to Content

Naturalis Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan naturalis (Naturalis Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:


  • Memiliki kepekaan terhadap alam dan lingkungan di dalamnya.
  • Memelihara binatang.
  • Merawat tumbuhan.
  • Mengetahui perubahan cuaca dan lingkungan alam.
  • Mengelompokkan objek yang ada di alam sesuai dengan cirinya masing-masing.
  • Mengenal dan mengelompokkan berbagai makhluk hidup yang berbeda.
  • Berpetualang di alam terbuka.
  • Peduli dengan keadaan lingkungan alam beserta isinya.
  • Memahami fenomen yang terjadi di alam, seperti siklus kehidupan makhluk hidup.
  • Memahami bagaimana sesuatu di alam itu bekerja.


Jika kecerdasan naturalis belum berkembang dengan baik, maka mulailah memahami alam lingkungan sekitar. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memahami lingkungan:


  1. bangun di pagi hari, merasakan kesejukan udara, suara alam pagi, dan matahari uang mulai bersinar.
  2. belajar tentang dunia binatang dan tumbuhan, yaitu dengan membaca buku-buku tentang binatang dan tumbuhan, mengunjungi kebun binatang, dsb.
  3. meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan alam sekitar. Mengamati cuaca, musim, adanya pelangi, siklus makhluk hidup, dsb.
  4. mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi, khususnya yang berhubungan dengan pemandangan alam seperti dataran tinggi, pantai, pegunungan, danau, dsb.


Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan naturalis yang baik adalah menjadi seorang petualang alam, ahli lingkungan alam, petani, peternak, ahli perkebunan, ahli batu-batuan, dan pengamat cuaca.
Back to Content

11.2.20

Diagnostic Test : 4 Tipe Kepribadian Manusia



Bekerja dengan orang lain dalam suatu perusahaan besar atau kecil akan terjadi pergesekan satu sama lain. Sebuah resiko karena manusia adalah makhluk sosial, yang mana akan berhubungan dengan satu atau lebih banyak orang. Jangan heran jika kita menemukan orang yang bertentangan dengan pendapat kita, pun jangan heran ada orang yang selalu mendukung apapun yang kita usulkan. Manusia memang unik.

Apa itu Karakter dan Kepribadian Manusia?


Dari laman KBBI Daring, Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak, sementara Dari laman KBBI Daring, Kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain.

Tipe Kepribadian Menurut Hippocrates-Galenus


Dicatut dari penelitian Nur Hamidah, ditulis dalam catatan jurnalnya, bahwa Tipe Kepribadian dicetus pertama kali oleh Hippocrates (460-370 SM). Ia membagi 4 golongan kepribadian manusia berdasarkan unsur yang terdapat di alam, yaitu Tanah, air, udara dan api. Tanah mewakili sifat kering, Air mewakili sifat basah, udara mewakili sifat dingin dan api mendukung sifat panas. (Jaenudin, 2012).

Teori Hippocrates berdasarkan sifat yang juga terdapat dalam tubuh manusi, yaitu sifat kering terdapat dalam chole (empedu kuning), sifat basah dalam melanchole (empedu hitam), sifat dinginpada phlegma (limpa), dan sifat panas pada darah. (Bruni, 2002)

Selanjutnya Galenus (129-200) SM mengembangkan pendapat Hippocrates dan memberi keempat tipe dengan Koleris, Melankolis, Plegmatis, dan Sanguinis (Jaenudin, 2012).

Lalu teori disempurnakan oleh Florence Littauer dengan menjelaskan bagaimana ciri-ciri tiap kepribadian.

Sangunis merupakan karakter yang mudah Bahagia namun mudah sedih, suka berbicara, suka menolong, berantakan, emosional dan kekanak-kanakan.

Koleris mempunyai tantanan hidup untuk pencapaian, berbakat jadi pemimpin, mudah menjalin pertemanan, pekerja keras dan dispilin.

Melankolis itu pemikir, introvert, melakukan segala sesuatu dengan sempurna, sensitive, tenang dan merupakan seorang analis yang handal. Menyukai yang teratur sehingga menyukai grafik, daftar, bagan dan diagram.

Plegmatis, memiliki kepribadian yang menyenangkan, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, pendengar yang baik, menikmati hidup dan tidak terlalu menyukai tantangan. Kemampuan administrasi yang baik karena sifat sabar dan tenangnya,

Apakah semua tipe kepribadian adalah baik? ya semua baik. Ada kelebihan dan kelemahan dari setiap tipe kepribadian. Kita cek yu sekarang!


Air, Bumi, Api, Udara. Zaman dulu semua negara hidup dalam perdamaian. Kemudian semua berubah saat negara Api menyerang. 
Pernah dengar kalimat tersebut? Yup, itu adalah intro dari film avatar The Last Airbender.  Apakah kamu si Kuat pengendali Api? si Sempurna pengendali Air? si Damai pengendali Angin? atau si Populer pengendali Bumi? (Humor)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan saudari Nur tersebut pada siswa kelas 12, dari cara mengerjakan soal gambar/visual disimpulkan bahwa :

Sanguin si Populer, mengerjakan soal dengan cepat namun kurang teliti. Lalu mengecek jawaban hingga berulang-ulang hanya pada soal yang dianggap sulit.

Koleris si Kuat, mengerjakan soal dengan terburu-buru tanpa memahami atau menganalisis terlebih dahulu dan tidak mengecek kembali jawabannya.

Melankolis si Sempurna, mengerjakan soal dengan sangat hati-hati dan teliti. Lalu mengecek semua jawaban minimal tiga kali.

Plegmatis si Damai, akan mengerjakan soal dengan santai dan hanya mengecek jawaban dari soal yang dianggap sulit.

Bagaimana kalau ada kombinasi antara tipe kepribadian? Bukan artinya ganda ya, tapi campuran. Selanjutnya saya akan perbaharui isi postingan ini.

Kesimpulannya adalah semoga dengan mengetahui karakter ini, kita bisa saling menjaga satu-sama lain. Bekerja sama dengan maksimal dalam suatu visi dan misi perusahaan. Menerima karakter baik dalam diri dan mengubur kelamahan-kelamahan yang akan menghambat keberhasilan.

Perbaharui pengetahuanmu dengan mencoba quiz lain dalam Seri Diagnostik Test
--


Sumber Rujukan:

Hamidah, Nur. 2019, Kecerdasan Visual-Spasial Siswa Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Hippocrates-Galenus, Diambil dari laman repository.unej.ac.id diakses di alamat http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/90648. Diakses pada 11 Februari 2020

Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2016, KBBI Daring diakses (link): https://kbbi.kemdikbud.go.id/ diakses pada 12 Februari 2020

Design Sampul oleh Freepik

27.1.20

Diagnostic Test : Learning Style (Tipe Gaya Belajar)

Apa Itu Gaya Belajar


Gaya Belajar atau Learning Style adalah sebuah teknik bagaimana agar kita secara personal bisa mempercepat laju pemahaman terhadap suatu materi baru. Bagaimana suatu materi atau ilmu baru dapat terserap dengan se-efektif dan se-efisien mungkin.

Setiap orang memiliki style-belajarnya tersendiri. Ada yang suka pergi ke perpustakaan, memilih-milih buku bacaan, pasang wifi dan melihat tutorial di youtube. Ada pula yang cocoknya dengan cara diskusi dengan teman, sharing materi, presentasi, dan mendengar tutor atau guru memberikan penjelasan. Ada pula yang suka berada di dalam kelas, maunya pergi ke laboratorium, lapangan bola, kebun raya atau mengerjakan langsung di papan tulis.

Dari sedikit ciri-ciri tersebut, 'Learning Style' atau Gaya belajar dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Tapi jangan heran kalau setelah kalian mencoba testnya ada yang memiliki lebih dari satu 'Style'. Itu keren! kalian bisa dengan mudah menyesuaikan cara belajarnya.

Gaya Belajar Menurut Para Ahli


Dikutip dari skripsi yang tertera di webnya IAIN Tulunggagung, dari laman http://repo.iain-tulungagung.ac.id/ kita bisa menyimak penjelasan mengenai gaya belajar dari para ahli, berikut sadurannya ;

Sukadi dalam bukunya Progressive Learning halaman 93, menerangkan bahwa "gaya belajar merupakan kombinasi antara cara seseorang dalam menyerap pengetahuan dan cara mengatur serta mengolah informasi atau pengetahuan yang didapat."

Sedangkan menurut S. Nasution dalam bukunya Berbagai pendekatan dalam proses belajar & mengajar. . . , halaman 94. Menjelaskan tidak jauh berbeda bahwa gaya belajar adalah "cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal."

Bobby DePorter dan Mike Hernacki, dalam bukunya Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. . . , halaman. 110, mendefinsikan bahwa "gaya belajar merupakan suatu kombinasi dari bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi."

Dari pengertian para ahli tersebut bisa disimpulkan jika gaya belajar adalah suatu cara untuk mendapatkan suatu informasi. Tentunya lain orang, lain pula gaya belajarnya ya. Ada yang cepat menyerap ada pula yang lambat menyerap suatu informasi. Kita lebih suka menyebut kategori kedua ini dengan istilah 'loading lama atau lola'. Padahal mungkin saja ia belum tahu gaya belajarnya saja. Dengan begitu kita tidak lagi mengejek teman yang kesusahan belajar ya. Daripada kita menyinggung perasaan mereka, mendingan kita bantu mereka dengan test gaya belajarnya.

Jangan tunggu lama-lama kita ketahui bersama, apa gaya belajarmu sebenarnya?




Cara Belajar yang Tepat dan Cepat sesuai dengan Jenis Gaya Belajar


Coba saya pengen tahu, dari uji test tersebut gaya belajar mana yang kamu miliki? Nah setelah kita ketahui cara belajarmu, mari kita teruskan bahasan tentang cara belajar yang tepat menurut jenis gaya belajarmu.

1. Kinestetik

Jenis Gaya belajar ini sangat membutuhkan ruang gerak yang cukup luas ya. Orangnya tidak suka berada di tempat yang sempit, duduk di depan, atau duduk dekat dinding. Serasa terpenjara kalau berada di tempat tersebut, ia lebih suka duduk di tempat yang bisa leluasa berjalan, berbaring atau berlarian. Dan jika dia mau belajar, tipe gaya belajar ini lebih suka ditantang untuk merakit, mencoba langsung atau mengerjakan dengan tangannya sendiri. Sewaktu kelas saya sedang berdiskusi, seorang teman curhat dan mengeluhkan pelajaran sekolah yang membosankan. Ia lebih baik tidur jika harus mendengar gurunya bercerita atau menjelaskan.

Nah, kalau kamu termasuk Style-Kinestetik, dan kamu ingin sekali menguasi satu bidang. Apa yang harus dilakukan? Yup! Langsung bereksperimen, perhatikan instruksi dan langsung mempraktekan, ikut kegiatan yang membutuhkan ruang gerak semacam Tim Riset dan Pengembangan, tim KIR (Kelompok Kerja Ilmiah), dan perbanyak tool-tool atau alat-alat  yang dibutuhkan sesuai bidang yang ingin kamu kuasai. Saya contohkan programmer, tentu kamu harus mempunyai laptop terlebih dahulu.


2. Auditori

Jenis gaya belajar ini membutuhkan ruang dengar yang cukup sensitif. Maka jangan heran ketika ia belajar ingin sendirian karena tidak boleh diganggu atau perlu adanya rekan untuk saling berdiskusi. Tipe auditori mengandalkan aspek pendengaran untuk memahami dengan benar apa yang disampaikan oleh tutor/guru/instruktur atau media pembelajaran. Ia juga akan lebih senang jika berdiskusi dengan berbagai topik. Jadi jangan heran di kelas ia aktif bertanya dan berinterasi langsung dengan yang lain. 

Tidak sengaja saya nonton diskusi antara Pak Chaeril Tanjung dan CEO Bukalapak Ahmad Zaky di laman Youtubenya CNBC Indonesia, dalam diskusinya Ahmad Zaky mengatakan ia sangat ingat materi di perkuliahan adalah take actionnya seperti bertanya, berdebat, berdiskusi dengan guru/dosen. Nah mengambil dari hal ini, bagi rekan yang Style-Auditorinya sangat kuat bisa langsung meniru dengan cara ambil bagian dalam pembelajaran di kelas, seperti aktif bertanya, aktif menjawab, aktif berdiskusi dan hal-hal yang merangsang indera pendengararan.

Bisa juga dengan cara membaca buku dengan bersuara, merekam saat guru/tutor mengajar, dan media belajar yang berformat suara seperti Podcast, Inspigo dan lain-lain.

3. Visual

Buku, Gambar, Chart, Diagram sangat disukainya. Segala yang nampak bisa jadi media belajar bagi Style-Visual ini. Biasanya orangnya rapi karena ia juga memperhatikan penampilan. Untuk memudahkan belajar sekarang sudah banyak infografis/infografik yang bisa diunduh di Katadata, Aplikasi Youtube sebagai media pembelajaran, buku-buku dan e-book, modul dan lain sebagainya.

Selain tiga Gaya ini ada juga kombinasi dari beberapa gaya, tergantung dominasi mana hasil test di atas. Kalau begitu semoga bisa mempraktekan ya! dan Selamat bersenang-senang dengan Style Belajarmu. Tak perlu bingung kenapa temanmu yang sama-sama makan nasi dan lauk pauk, tapi dia cepat menyerap materi, mungkin dia sudah membaca postingan ini lebih dulu darimu.

Terakhir, jangan cepat puas dengan Learning Style Test ini ya. Cari referensi lainnya untuk menambah pengetahuanmu. Baiknya coba test yang lainnya dalam Seri Diagnostic Test
--
Penulis : Agus Sutisna
Referensi : Refository IAIN Tulungagung
Design Sampul : Freepik
Quiz : Online Quiz Creator