25.2.20

Diagnostic Test : Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk)



Manusia Itu Unik

Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda. Bukan dia yang pintar Matematika atau Fisika yang bisa disebut 'pintar'. Tapi pada kesehariannya memang seperti itu ya? Kita tengok ketika di sekolah, siswa mana yang disebut si Pintar? -

Pun jangan sekali-kali mengatakan 'bodoh' terhadap yang tidak mendapatkan nilai 10 di bidang Olahraga, Musik, Bahasa, atau Kimia. Jangan pula mengatakan pemalas pada mereka yang senantiasa berdiam diri di rumah atau memilih sendirian di taman sekolah. Apalagi mengatakan cari muka pada siswa yang gemar beradu pendapat dan berdiskusi di ruang kelas. Mereka ada dalam porsinya masing-masing. Mereka ada dalam kecerdasannya masing-masing. Teori ini disebut Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence).

Ada bakat yang kadang belum tergali hanya karena kita ikut-ikutan orang lain. Ia yang selalu tertinggal dan berada dalam urutan belakang, karena ia tidak bisa mengejar prestasi teman-temannya. Ini nyaris seperti harimau yang mencoba belajar berenang, bergaul dengan kelompok lumba-lumba yang hidup di lautan. Walaupun ia pada akhirnya bisa berenang, tetap saja ia bukan yang terbaik di bidangnya.

Dan jika pun memaksakan dengan apa yang sedang 'trend' hari ini, akumulasi waktu dan tenaga untuk mempelajarinya tidak akan sebanding dengan apa yang seharusnya kamu dapatkan lebih dari 'apa yang terbayangkan'. Saya percaya setiap manusia yang terlahir ke dunia, memiliki visi tersendiri untuk apa yang diciptakan.

Pernah suatu kali saya mencoba uji test Kecerdasan  Majemuk ini pada siswa bimbingan belajar saya, dan apa sambutan yang saya dapatkan?

Ketika di test si anak mendapatkan Kecerdasan Musikalitas yang sangat tinggi. Tapi orang tuanya, mematahkan untuk mencari kecerdasan yang lain yang lebih 'wajar', yang 'lumrah'. Para orang tua masih membayangkan profesi kerja kantoran adalah dambaan untuk anaknya, dimana nilai Matematika adalah yang utama. Bukan jadi penulis atau jadi pemusik.

Dan saya pribadi tidak mempermasalahkan hal ini, karena matematika itu memang sangat perlu untuk mendukung 'Pencapaian'. Lihat saja Ujian Nasional, Test Kecakapan Kerja, Test CPNS, dimana Matematika tidak bisa dilepaskan untuk mengukur kepandaian seseorang. Prokontra pasti ada.

Bukan itu saja yang saya khawatirkan. Banyak bakat-bakat alami dari siswa yang tertimbun lantaran desakan ekonomi dan keluarga. Ribuan anak-anak terdeteksi 'Cerdas' hilang karena tidak bisa membiayai pendidikan. Mereka memilih bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Lagi-lagi terkendala.

Setelah lulus sekolah apakah mereka akan sukses? "Manusia hanya bisa merencanakan, Tuhan yang menentukan dan orang lain yang berkomentar." Sebisa mungkin kita berusaha untuk memantapkan hati, berdo'a pada Tuhan supaya dipertemukan dengan 'Mimpi Besar' kita.  Cita-cita yang kita dambakan saat kecil. Dan jangan sampai anak-anak generasi mendatang 'malu', 'ragu', 'tidak tahu' akan Impian mereka.

Back to Content

Test Multiple Intelligence


Test berikut berisi pilihan yang bisa dicentang lebih dari satu, jika sesuai dengan karakter/pembiasaan diri. Kerjakan dengan baik dan hati-hati. Semoga berhasil.

Back to Content

Linguistik intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan Linguistik (Linguistik Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:


  • Menghafal dan mengingat nama, kata, dan istilah baru sepanjang waktu.
  • Mempelajari bahasa asing dengan sangat mudah.
  • Memahami informasi dan petunjuk/instruksi baru yang didengarnya.
  • Memiliki kepekaan terhadap arti kata dan urutannya yang baru didengarnya.
  • Menyampaikan suatu pesan lisan dengan jelas dan runtut.
  • Menulis suatu karya tulis, seperti esai, cerita, puisi, jurnal, dan sebuah buku.
  • Melakukan persuasi negosiasi dengan orang lain.
  • Belajar melalui kata-kata yang didengarnya dan tulisan yang dibacanya.
  • Menggunakan kata dan bahasa secara efektif untuk berbicara dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menyukai dan mahir dalam berdiskusi, berpidato, dan berdebat.

Jika kecerdasan linguistik belum berkembang dengan baik, beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. belajar mendengarkan efektif,
  2. belajar berbicara dengan jelas,
  3. memperbanyak membaca buku-buku baru,
  4. berlatih menulis kreatif.
  5. Libatkan diskusi, debat, collaborative learning.
  6. Gunakan bahasa sendiri.untuk menjelaskan, merangkum atau membuat catatan
  7. Gunakan teknik kata atau kalimat kunci.
  8. Pelajari cara menyusun presentasi atau makalah yang baik
  9. Pelajari teknik berbicara dan mendengar yang baik dan benar

Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan linguistik yang baik adalah menjadi seorang penulis, pengacara, politikus, guru bahasa, pengarang buku, wartawan, penyair, penyiar radio atau televisi, trainer, ahli bahasa, penerjemah, public relation, editor buku, konsultan media, pemain sandiwara, dan pelawak.

Back to Content

Logical–Mathematical Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan Logika-Matematika (Logical-Mathematical Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:
  • Menghitung dan bekerja dengan angka sederhana maupun rumit.
  • Mengenali pola hubungan sebab-akibat dari suatu peristiwa atau kejadian.
  • Mengenali dan menguraikan pola yang abstrak atau tidak jelas.
  • Berpikir secara ilmiah dan sains.
  • Menguji suatu teori atau hipotesa baru dengan metode ilmiah.
  • Memecahkan permasalahan ayng membutuhkan pemikiran logis.
  • Melakukan kategorisasi dan klasifikasi atas temuan atau informasi baru.
  • Berpikir deduksi dan induksi.
  • Mahir menyusun strategi, misalnya permainan strategi atau bisnis.
  • Menggunakan teknologi yang tepat untuk memecahkan masalah sehari-hari.

Jika kecerdasan logika-matematika belum berkembang dengan baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. seringlah berpikir logis, baik secara deduksi maupun induksi
  2. biasakan untuk bermain dengan angka, jangan alergi terhadap matematika
  3. berlatihlah mengenali pola hubungan tertentu
  4. belajarlah menjadi seorang problem solver (pemecah masalah)

Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan logika-matematika yang baik adalah menjadi seorang ilmuwan, peneliti, ahli matematika, dokter, akuntan, ahli ekonomi, programer komputer, teknisi, guru ilmu pengetahuan alam atau matematika, ahli statistik, banker, dan ahli pembukuan.

Back to Content

Visual-Spatial Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan visual-spasial (Visual Spatial) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:

  • Membayangkan dan mengenali suatu objek dan bentuk yang baru dilihat.
  • Membuat desain barang dan ruangan dalam suatu bentuk tertentu.
  • Memiliki kapasitas membuat sketsa, menggambar dan melukis.
  • Menggunakan gambaran suatu objek tertentu untuk berpikir.
  • Mengenali satu lokasi dan tempat tertentu, jalan masuk, dan jalan keluarnya.
  • Mengubah gambaran suatu objek atau pola tertentu melalui mental.
  • Membuat peta, grafik diagram, serta bagan alir (flow chart).
  • Memiliki keahlian seni lainnya, seperti memahat patung, seni ukir, dan seni cipta lainnya.
  • Mempunyai imajinasi yang baik, termasuk terhadap gambar tiga dimensi.
  • Menampilkan suatu rencana masa depan secara visualisasi ataupun gambaran nyata.
Jika kecerdasan visual-spasial belum berkembang dengan baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. belajar untuk menyukai bentuk, warna, dan ruang
  2. berlatihlah menggambar secara mental maupun realistis

Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan visual-spasial yang baik adalah menjadi seorang seniman, arsitek, fotografer, desainer (interior dan pakaian), pemahat patung, ahli survei, ahli kecantikan, pelukis, juru gambar (teknik atau arsitek), pilot, dan perencana kota.

Back to Content

Bodily-Kinestethic Intelligences


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan bodily-kinestethic (Linguistik Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:

  • Mempunyai koordinasi fisik/anggota tubuh dengan waktu yang tepat.
  • Melakukan kegiatan dan aktivitas fisik.
  • Menunjukkan keseimbangan gerakan anggota tubuh dalam kegiatan seni gerak, misal berakting atau menari.
  • Berolahraga, termasuk bela diri dan senam.
  • Menyelesaikan keterampilan tangan, seperti membuat patung.
  • Menampilkan bahasa tubuh yang meyakinkan saat menyampaikan ide.
  • Menyatukan pikiran dan gerakan tangan untuk menggerakkan objek tertentu.
  • Mempelajari sesuatu yang baru dengan memegang, menyentuh, dan melakukan.
  • Mengelola suatu peralatan rumit yang membutuhkan gerakan motorik halus.
  • Menunjukkan ketahanan fisik dan ketepatan koordinasi tubuh dalam menyelesaikan tugas fisik, seperti memindahkan dan menyusun sekumpulan barang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Jika kecerdasan kinestetik-tubuh belum berkembang dengan baik, maka berlatihlah mengkoordinasikan gerakan tubuh Anda. Sebelum berlatih, tentukan terlebih dahulu kapasitas apa yang ingin ditingkatkan. Tip praktis yang dapat dicoba:

  1. berlatih mengekspresikan ide dan perasaan didukung oleh bahasa tubuh. Misalnya menunjuk sesuatu dengan jari telunjuk dan mengarah ke arah yang dituju.
  2. bermain peran (role playing)
  3. jika ingin meningkatkan sebagai seorang profesional, maka perlu mengikuti suatu perkumpulan atau klub
  4. mengkoordinasikan gerakan tubuh yang berkaitan dengan motorik halus

Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan kinestetik-tubuh yang baik adalah menjadi seorang olahragawan, penari, aktor/aktris, koreografer, ahli bedah, tukang bangunan, tentara, pemain drama panggung, ahli akupuntur, petualang, terapis fisik, ahli bela diri, dan pembuat patung.
Back to Content


Musical Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan musikal (Musical Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:

  • Mengenali dan merespon denganmuidah berbagai auara yang didengar.
  • Mengenali jenis musik yang didengar.
  • Menyenyikan sebuah lagu selaras dengan nada dan irama.
  • Memiliki hasrat dan ketertarikan kuat terhadap musik dan lagu.
  • Menciptakan sebuah lagu dan irama musik.
  • Melakukan analisis dan apresiasi terhadap suatu jenis musik.
  • Memainkan instrumen alat musik.
  • Membaca notasi dan tanda musik lainnya.
  • Menggunakan lagu atau musik untuk mengingat sebuah informasi.
  • Memahami hubungan antara musik dan perasaan.

Jika kecerdasan musikal belum berkembang dengan baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. berlatih mengenali berbagai suara di berbagai tempat
  2. belajar mengenali berbagai lagu dan jenis musik
  3. belajar menguasai musik secara teknis
  4. mengukuti kontes atau kompetisi tarik suara
  5. memahami makna atau arti sebuah lagu
  6. menyampaikan informasi baru dengan intonasi tertentu

Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan musikal yang baik adalah menjadi seorang penyanyi, pemain musik, pencipta lagu, dirijen, pemandu musik, teknisi alat musik, konsultan musik, dan seorang disc jockey.
Back to Content


Interpersonal Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan interpersonal (Interpersonal Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal  berikut:


  • Memiliki kepekaan mengetahui pikiran, perasaan, dan maksud orang lain.
  • Bekerja sama dengan orang lain dalam suatu tim kerja.
  • Berkomunikasi secara efektif dengan orang lain.
  • Mudah berempati dengan orang lain.
  • Memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu menjadi penengah di antara orang lain dalam suatu masalah.
  • Membujuk dan mengarahkan orang lain.
  • Mengajar dan berbicara di depan banyak orang lain.
  • Mudah menjalin relasi sosial dengan orang baru.
  • Suka berorganisasi dan menjadi anggota suatu perkumpulan sosial.
  • Memberikan saran dan konseling kepada orang lain.


Jika kecerdasan interpersonal belum berkembang dengan baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:


  1. berlatih komunikasi secara efektif. Misal mengikuti kegiatan pengembangan diri, ikut organisasi.
  2. mulai untuk terbiasa bekerja sama dengan orang lain. Misalnya dengan membentuk kelompok diskusi, memebri bantuan pada orang lain, dsb.
  3. belajar memahami pikiran, perasaaan, motivasi, dan maksud orang lain.
  4. mengambil kesempatan peran kepemimpinan yang datang kepada kita
  5. mengembangkan karakter yang mendukung aktivitas menjalin relasi dengan orang lain. Misalnya bersikap ramah, rendah hati, berpikiran positif, jujur, suka membantu orang lain.


Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang baik adalah menajdi seorang poitikus, manajer, guru, pekerja sosial, terapis wicara, profesional pengembangan sumber daya manusia, mediator, pemimpin, konselor, psikiater, salesman, ahli agama, psikolog, organoser, trainer.
Back to Content

Intrapersonal Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:

  • Menyadari dan mengerti kondisi emosi, pikiran dan perasaan, motivasi, dan tujuan diri sendiri.
  • Bekerja secara mandiri.
  • Mengungkapkan dan mengekspresikan pikiran dan perasaan sendiri.
  • Menyusun dan mencapai visi, misi, dan tujuan pribadi.
  • Mengembangkan konsep diri dan sistem nilai yang dianut dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menyadari kelebihan dan kekurangan diri.
  • Memiliki kemauan untuk mengembangkan diri sendiri tanpa perlu dimotivasi oleh orang lain.
  • Memiliki kapasitas berpikir yang tinggi tentang filsafat hidup.
  • Mengatur kondisi internal diri sendiri secara efektif.
  • Memiliki kapasitas memahami hubungan antara diri sendiri dan orang lain.

Jika kecerdasan intrapersonal belum berkembang dengan baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:


  1. sediakan waktu untuk merefleksikan diri
  2. melakukan program pengembangan diri


Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang baik adalah menjadi seorang ahli filsafat, dokter jiwa, ahli agama, psikolog, peneliti, konselor spitritual, dan perencana program pengembangna diri.
Back to Content

Naturalis Intelligence


Untuk Ananda yang memiliki kecerdasan naturalis (Naturalis Intelligence) menonjol maka pada umumnya mampu melakukan hal-hal berikut:


  • Memiliki kepekaan terhadap alam dan lingkungan di dalamnya.
  • Memelihara binatang.
  • Merawat tumbuhan.
  • Mengetahui perubahan cuaca dan lingkungan alam.
  • Mengelompokkan objek yang ada di alam sesuai dengan cirinya masing-masing.
  • Mengenal dan mengelompokkan berbagai makhluk hidup yang berbeda.
  • Berpetualang di alam terbuka.
  • Peduli dengan keadaan lingkungan alam beserta isinya.
  • Memahami fenomen yang terjadi di alam, seperti siklus kehidupan makhluk hidup.
  • Memahami bagaimana sesuatu di alam itu bekerja.


Jika kecerdasan naturalis belum berkembang dengan baik, maka mulailah memahami alam lingkungan sekitar. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memahami lingkungan:


  1. bangun di pagi hari, merasakan kesejukan udara, suara alam pagi, dan matahari uang mulai bersinar.
  2. belajar tentang dunia binatang dan tumbuhan, yaitu dengan membaca buku-buku tentang binatang dan tumbuhan, mengunjungi kebun binatang, dsb.
  3. meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan alam sekitar. Mengamati cuaca, musim, adanya pelangi, siklus makhluk hidup, dsb.
  4. mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi, khususnya yang berhubungan dengan pemandangan alam seperti dataran tinggi, pantai, pegunungan, danau, dsb.


Pilihan karir atau pekerjaan yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan naturalis yang baik adalah menjadi seorang petualang alam, ahli lingkungan alam, petani, peternak, ahli perkebunan, ahli batu-batuan, dan pengamat cuaca.
Back to Content

18.2.20

Notes Pelatihan Public Speaking : Komunikasi Efektif dengan Mengendalikan Gugup di Depan Umum


Mitos : “Kemampuan berbicara di depan umum karena bakat”
Fakta :  "Kemampuan berbicara di depan umum berkembang karena latihan dan praktek"

Kalau begitu, apa sebenarnya yang menghalangi kita untuk berlatih dan praktek? Yup! Penyebab aslinya “rasa gugup” akibat “rasa takut”.

Pertanyaan paling banyak kerap keluar dari para peserta pelatihan Public Speaking adalah "Bagaimana caranya mengatasi grogi, rasa deg-degan dan kaki gemetar ketika berbicara di depan umum?"

Grogi sepertinya hal wajar ya melanda seseorang yang akan berbicara di depan umum, kadang karena ingin tampil maksimal sesuai latihan malah menambah rasa grogi. Kebayang mungkin ia akan salah ucap sehingga ditertawakan orang lain. Atau lupa materi ketika asik berbicara di depan umum, padahal itu semua belum terjadi. Hanya saja segala kemungkinan terbayang dalam ingatan. Kalau dia bermental lemah ia akan mengundurkan diri.

Saya pernah membaca beberapa biografi tentang tokoh-tokoh yang jago orasi, retorika dan biasa berbicara di depan umum bahwa rasa grogi adalah rasa yang sering datang berulang, dan justru karena rasa grogi itu membuatnya menjadi sadar apa yang harus ia lakukan. Sehingga dia akan lebih fokus dalam menyampaikan materi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, GROGI berarti merasa canggung atau takut berhadapan dengan orang banyak.  Sementara NERVOUS atau GUGUP adalah berbuat atau berkata dalam keadaan tidak tenang; gagap; sangat tergesa-gesa; bingung. Apapun padanan katanya, hal tersebut selalu menjadi momok menakutkan manakala berlatih berbicara di depan umum. Istilah yang tepat untuk menggambarkan seseorang yang 'kikuk' saat tampil di depan umum adalah demam panggung, beberapa gejala dari  'demam panggung' :

1. Detak jantung semakin cepat


Ada sensasi mengerikan ketika nama kita dipanggil, atau kita berada dalam urutan tampil. Berbagai hapalan teks materi dan rapalan jampi-jampi supaya tetap tenang akan dilakukan. Berbeda senasinya jika kita hanya sebagai penonton saja. Seorang penampil dituntut untuk sempurna, mungkin ini yang menyebabkan 'penampil' seolah diburu kesempurnaan.


2. Lutut bergetar


Entah lutut yang kanan, atau yang kiri, Mungkin dua-duanya. Seluruh sendi yang menopang kita berdiri seolah mengalah manakala kita berada di depan orang lain. Sekuat apapun kita berusaha untuk menenangkan diri, tapi kontrol lutut seolah bergetar sendiri. Dan itu sangat memalukan ketika kita sedang diperhatikan.

3. Berkeringat


Tiap orang berbeda dalam hal ini, keringat merupakan air yang keluar manakala suhu tubuh meningkat. Ada yang berkeringat di telapak tangan, dahi, hidung dan sebagainya. Dan hal yang tidak wajar adalah manakala keringat kita bercucuran. Sehingga nampak kita sedang gelisah, membawa banyak tisu untuk meredaka ketegangan.

4. Suara bergetar


Kondisi lutut yang bergetar, atau tangan yang bergetar bisa kita minimalisir dengan mencubitnya atau bersender pada benda sekitar. Seperti meja atau apapun benda untuk bersandar. (menyender). Tapi bagaimana kalau suara kita yang bergetar? bukan karena sengaja atau teknik, tapi pita suara tidak terkendali. Sangat malu ketika kita berbicara atau tampil menggunakan pengeras suara (microphone).


5. Pusing


Kondisi ini sangat tidak ditolerir ketika kita akan tampil tapi kepala kita menahan sakit.atau pusing. Keringat tidak henti-hentinya mengucur. Tenggorokan kering kekurangan air (dehidrasi), dan diperparah dengan hapalan teks materi yang belum kita kuasai. Terkadang kita seperti seekor ikan yang sengaja disuruh keluar kolam? Ini bukan zona nyaman! ya jelas untuk tampil di depan umum, terlebih bagi 'Pemula' itu sungguh kiamat besar.


6. Kejang perut/mual


Bolak-balik ke belakang, entah karena kedinginan atau suhu tubuh yang tidak normal. Perputaran di area lambung dan salurannya membuat kita tidak enak duduk, tidak betah berdiri. Gelisah dibuatnya. Ingin rebahan tapi materi belum hafal.


7. Sakit punggung


Rata-rata semua organ kita terganggu ya manakala kita akan 'naik panggung'. Entah bagaimana jadinya ketika kita memaksakan diri dengan kondisi yang luar biasa mengerika ini. Hehe .. Jelas ya jika mau tampil cari posisi nyaman untuk istirahat, latihan dan persiapan. Tubuh kita perlu beradaptasi dengan hal-hal yang belum pernah kita lakukan.


8. Mata berair


Gejala-gejalanya amat menghawatirkan ya, kebayang ga saat kita lagi presentasi atau berbicara di depan umum, tapi pandangan kita seolah kabur, karena selaput korena kita terisi air? Bukan sedang menangis tapi seolah ada kabut tebal yang membuat kita mengibaskan tangan kita ke mata. Atau Sesuatu yang membuat kita gatal ingin mengucek mata. Entah respon tubuh karena sedang beradaptasi atau lensa mata kita perlu perhatian lebih untuk lebih fokus karena melihat orang banyak. (menenal dan menipis).


9. Amnesia


Ini gejala yang amat fatal ya. Hahaha .. Ketika dalam urutan tampil kita malah lupa tempatnya, lupa materi, lupa dimana menyimpan catatan (note), lupa kalau hari ini ada acara di luar, lupa kalau kita sedang berbicara di depan umum. Atau barangkali kita lupa siapa nama kita 'Ari urang saha?' Apapapun itu kondisi otak sedang dalam tahap beku, perlu pendinginan dan ketenangan. Plis, jangan dulu buka mulut kalau kondisi badan kita belum siap. Jangan sampai kamu ada dalam tahap 'lupa' ini atau yang kesepuluh ini. 'Pingsan!'


10. Pingsan


Merepotkan ya kalau kamu sedang berada dalam tahap ini. Nervous yang teramat sangat! - Kondisi tubuh tidak bisa dikendalikan, pikiran, perkataan sudah tidak normal. Stak! kita ambruk di tempat. Pernah melihat fenomena seperti ini kan? Semoga kita tidak mengalaminya.


Lalu bagaimana cara mengatasinya? - sebuah pepatah yang tertera dalam spanduk rumah sakit adalah 'Setiap Penyakit ada Obatnya!'. betul sekali, untuk mengatasi Nervous/Grogi kita harus tahu dulu apa sebabnya. Kenapa kita suka bergetar lututnya saat berbicara di depan umum, kenapa kita ini, kenapa kita begitu. Ulasannya masih panjang, besok kita lanjutkan tentang  'Penyebab Nervous dan Solusinya'.

-
Terima kasih sudah membaca sampai akhir, semoga tidak puas dalam mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Jika butuh konsultasi bisa ke web ini Pustaka Besar

--
Tasikmalaya, 18 Februari 2020
Penulis : Agus Sutisna

---
Referensi :
Pelatihan Public Speaking, Sekolah Komunikasi Miracle. Tasikmalaya
Thank's to ibu Lucy Dian Rosalin, bapak Andi Gumilar, dan semua Crew Sekolah Komunikasi yang paling keren!!

11.2.20

Diagnostic Test : 4 Tipe Kepribadian Manusia



Bekerja dengan orang lain dalam suatu perusahaan besar atau kecil akan terjadi pergesekan satu sama lain. Sebuah resiko karena manusia adalah makhluk sosial, yang mana akan berhubungan dengan satu atau lebih banyak orang. Jangan heran jika kita menemukan orang yang bertentangan dengan pendapat kita, pun jangan heran ada orang yang selalu mendukung apapun yang kita usulkan. Manusia memang unik.

Apa itu Karakter dan Kepribadian Manusia?


Dari laman KBBI Daring, Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak, sementara Dari laman KBBI Daring, Kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain.

Tipe Kepribadian Menurut Hippocrates-Galenus


Dicatut dari penelitian Nur Hamidah, ditulis dalam catatan jurnalnya, bahwa Tipe Kepribadian dicetus pertama kali oleh Hippocrates (460-370 SM). Ia membagi 4 golongan kepribadian manusia berdasarkan unsur yang terdapat di alam, yaitu Tanah, air, udara dan api. Tanah mewakili sifat kering, Air mewakili sifat basah, udara mewakili sifat dingin dan api mendukung sifat panas. (Jaenudin, 2012).

Teori Hippocrates berdasarkan sifat yang juga terdapat dalam tubuh manusi, yaitu sifat kering terdapat dalam chole (empedu kuning), sifat basah dalam melanchole (empedu hitam), sifat dinginpada phlegma (limpa), dan sifat panas pada darah. (Bruni, 2002)

Selanjutnya Galenus (129-200) SM mengembangkan pendapat Hippocrates dan memberi keempat tipe dengan Koleris, Melankolis, Plegmatis, dan Sanguinis (Jaenudin, 2012).

Lalu teori disempurnakan oleh Florence Littauer dengan menjelaskan bagaimana ciri-ciri tiap kepribadian.

Sangunis merupakan karakter yang mudah Bahagia namun mudah sedih, suka berbicara, suka menolong, berantakan, emosional dan kekanak-kanakan.

Koleris mempunyai tantanan hidup untuk pencapaian, berbakat jadi pemimpin, mudah menjalin pertemanan, pekerja keras dan dispilin.

Melankolis itu pemikir, introvert, melakukan segala sesuatu dengan sempurna, sensitive, tenang dan merupakan seorang analis yang handal. Menyukai yang teratur sehingga menyukai grafik, daftar, bagan dan diagram.

Plegmatis, memiliki kepribadian yang menyenangkan, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, pendengar yang baik, menikmati hidup dan tidak terlalu menyukai tantangan. Kemampuan administrasi yang baik karena sifat sabar dan tenangnya,

Apakah semua tipe kepribadian adalah baik? ya semua baik. Ada kelebihan dan kelemahan dari setiap tipe kepribadian. Kita cek yu sekarang!


Air, Bumi, Api, Udara. Zaman dulu semua negara hidup dalam perdamaian. Kemudian semua berubah saat negara Api menyerang. 
Pernah dengar kalimat tersebut? Yup, itu adalah intro dari film avatar The Last Airbender.  Apakah kamu si Kuat pengendali Api? si Sempurna pengendali Air? si Damai pengendali Angin? atau si Populer pengendali Bumi? (Humor)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan saudari Nur tersebut pada siswa kelas 12, dari cara mengerjakan soal gambar/visual disimpulkan bahwa :

Sanguin si Populer, mengerjakan soal dengan cepat namun kurang teliti. Lalu mengecek jawaban hingga berulang-ulang hanya pada soal yang dianggap sulit.

Koleris si Kuat, mengerjakan soal dengan terburu-buru tanpa memahami atau menganalisis terlebih dahulu dan tidak mengecek kembali jawabannya.

Melankolis si Sempurna, mengerjakan soal dengan sangat hati-hati dan teliti. Lalu mengecek semua jawaban minimal tiga kali.

Plegmatis si Damai, akan mengerjakan soal dengan santai dan hanya mengecek jawaban dari soal yang dianggap sulit.

Bagaimana kalau ada kombinasi antara tipe kepribadian? Bukan artinya ganda ya, tapi campuran. Selanjutnya saya akan perbaharui isi postingan ini.

Kesimpulannya adalah semoga dengan mengetahui karakter ini, kita bisa saling menjaga satu-sama lain. Bekerja sama dengan maksimal dalam suatu visi dan misi perusahaan. Menerima karakter baik dalam diri dan mengubur kelamahan-kelamahan yang akan menghambat keberhasilan.

Perbaharui pengetahuanmu dengan mencoba quiz lain dalam Seri Diagnostik Test
--


Sumber Rujukan:

Hamidah, Nur. 2019, Kecerdasan Visual-Spasial Siswa Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Hippocrates-Galenus, Diambil dari laman repository.unej.ac.id diakses di alamat http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/90648. Diakses pada 11 Februari 2020

Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2016, KBBI Daring diakses (link): https://kbbi.kemdikbud.go.id/ diakses pada 12 Februari 2020

Design Sampul oleh Freepik

10.2.20

Notes Seminar Pendidikan: Psikologi Anak dan Aplikasinya dalam Pembelajaran melalui Permainan Edukatif dan Inovatif



Sebuah awal yang menggetarkan siapapun yang mendengarnya. Iringan lagu pembuka seminar yang sangat menyentuh, khususnya kami yang mendedikasikan hidup kami untuk pendidikan anak. Sebuah lagu dengan judul terima kasih guruku. ‘Pagiku cerahku ... Matahari bersinar ... Ku gendong tas merahku ... Di pundak.’

Tim trainer dari SPA Indonesia, Yogyakarta. Tim yang sudah berpengalaman melatih guru-guru di nusantara. Kak Muksin panggilannya. Jika mau berkenalan dengannya bisa berteman di facebook dengan alamat emailnya muhsin_anwar@yahoo.co.id . Ada sekitar 200 peserta dari guru-guru PAUD di kab. Ciamis dan luar kab. Ciamis.

Ternyata kak Muksin ini asli orang Ciamis, tepatnya lahir di Dewasari. Sejak SD sampai SMA ia sekolah di tanah kelahirannya dan sejak kuliah hingga berkeluarga tinggal di Yogyakarta. “Tepatnya di pinggir candi Prambanan.” Katanya. “Kalau sedang berkunjung ke sana mampirlah dulu!”

Sebuah lagu gubahan berjudul kupu-kupu menjadi awal perkenalan kami. Sejauh yang kupantau ternyata guru-guru PAUD cepat menangkap hapalan berbagai nyanyian dan tepuk-tepukan. Mungkin saking semangatnya mereka ingin menularkan tepuk baru atau gubahan lagu baru ini kepada anak didiknya di sekolah masing-masing.

Penilik dari UPTD kec. Ciamis datang dengan memberi semangat juang pada para peserta. “Semoga kita diniatkan tholabul ilmi.” Katanya. “Guru PAUD dibayar tanpa pamrih. Belum ada perhatian dari pemerintah atas kesejahteraan guru-guru PAUD.” Tambahnya. “Guru PAUD jika dimisalkan menanam padi di sawah, ibaratnya sedang menyiapkan lahan. Disiangi rumputnya, dialiri air lahannya dan dirapikan lahannya. Barulah tandurnya saat masuk sekolah dasar.”

“Maka disinilah penguatan karakter awal generasi mendatang!”

Kabupaten Ciamis belum ada perhatian mengenai kesejateraan guru PAUD. Guru PAUD hanya dibayar dengan “sajuta”. Sabar, jujur dan tawakal. Bahkan ada yang lima puluh ribu per tiga bulan. Bayangkan pertiga bulan! “Secara manusiawi ini diluar logika!” ucapnya. “Meski memang rezeki datang dari Tuhan. Dan semoga hadirnya Kak Muksin disini dapat menguatkan dan memberi semangat juang padi kami guru-guru.” Nasihat Pak Penilik UPTD kec. Ciamis.

Dalam pelatihan ini para guru diajari dan diarahkan untuk fokus, keep smile! dan bersemangat. Apa sih fungsinya mempelajari psikologi anak? Pelatihan psikologi anak atau aspek-aspek tentang jiwa anak sangat penting bagi seorang guru. Setiap hari guru bertemu dengan anak didik. “Maka apa yang dihadapan kita itu yang harus kita kenali pribadinya.”

“Tidak semua niat baik berhasil dengan baik!” Maka oleh karena itu ada tekniknya. Ada sebuah perumpamaan cerita mengenai akibat yang buruk dari cara yang keliru. Setiap hari anak yang di kelasnya terbilang pandai, di rumah ia sering dijejali pepatah orang tua agar rajin belajar. Hampir setiap hari anak diomeli agar cepat-cepat mengerjakan PR, belajar dan membaca buku. Karena salah dalam cara tersebut, sekarang anak yang tadinya pandai itu berangsur-angusr jadi malas, tidak percaya diri dan sulit menyampaikan pendapat.

“Maka dari itu untuk ibu atau ayah di rumah jangan terlalu over protektif, memaksa dan tidak menghargai anak. Akibatnya akan ketahuan saat ia sudah dewasa.”

Mengapa kita harus mengenal karakter atau sifat seorang anak?

Masa kanak-kanak adalah masa yang paling membahagiakan. Hanya kadang kita lupa bagaimana rasa yang sebenarnya. Saat kita melihat anak kecil berisik kita memarahainya. Saat kita mengajar di kelas tak ada yang memperhatikan. Kesal kita dibuatnya. Saat tak ada yang sama sekali menjawab pertanyaan kita. Jengkel kita rasanya. Berisik. Banyak berulah. Tidak bisa diam di tempat. Kata pemateri mereka sedang thawaf (berkeliling), Sa’i (berpindah-pindah) dan melempar jumrah.

Saat kita kesal ingin sekali meluruskan akhlaknya. Kita tidak sadar jika dulu kita begitu. Malah mungkin lebih dari sekedar thawaf, sai atau melempar jumrah. Kita baru tahu bagaimana susahnya jadi seorang yang dewasa atau menjadi seorang guru. Mungkin dulu guru-guru kita, mentor-mentor kita, ustad-ustadzah kita menilai seperti ini. Tidak jauh beda.

Pentingnya kita mempelajari karakter atau psikologi anak.

Pertama. Agar kita tahu ciri-ciri khas dari seroang anak. Ibarat seorang dokter yang akan memberi obat. Maka ia dengan prosedurnya akan mengenali penyakit pasien dan gejala-gejalanya. Jangan sampai dokter melakukan malapraktek. Kalau dokter keliru memberi vaksin atau obat mungkin gejalanya akan terasa beberapa saat lagi atau jika daya tubuhnya masih kuat bisa terlihat beberapa hari ba’da operasi. Tetapi kalau guru salah mendidik karena tidak tahu karakter anak. Bagaimana perlakuan terhadap satu anak dan anak yang lain. Maka efeknya akan bertahan seumur hidup. Terekam kuat di otak. Terkristalkan dalam pergaulannya di masa depan. maka berhati-hatilah berinteraksi degan anak-anak.

Kedua. Agar kita dapat membimbing anak sesuai perkembangannya. Misalkan penempatan mengajari membaca dan menghitung saat usia dini. Sebagian pendapat ada yang mengatakan agar anak tidak terlalu dibebani oleh angka dan kata saat usia dini. Hanya untuk pengenalan saja. Masalahnya tidak pada anak-anak, orang tua mengininkan anak di bawah usia sekolah dasar supaya bisa membaca dan menulis. Mereka takut jika saat sekolah dasar nanti anak mereka ketinggalan nilai bahkan tidak naik kelas. Yang khawatir justru orang tua. “Plis, Anak-anak tidak usah dibebani!” Hingga akhirnya anaklah yang jadi korban ambisi orang tuanya.  “Memang tidak mudah menemani anak belajar.”

Ketiga agar dapat mengoptimalkan potensi anak. Kelebihannya dan keurangannya. Dosa jika kita tidak mendidik mereka. masing-masing anak punya potensinya masing-masing. Kak Muksin salah satu trainer menyesalkan atas kesepakatan diumumkannya juara-juara kelas dari peringkat satu sampai tiga saja. Tidak adil anak dibiarkan sendiri tanpa ia membanggakan diri dengan potensi terpendamnya. Jangan sampai ada yang mengatakan anak yang tidak bisa matematika itu bodoh. Mungkin potensinya ada di bahasa, atau mungkin ia berpotensi di olahraga. Jelas, masing-masing anak diarahkan untuk mencapai posisinya.

Keempat agar kita bijaksana dalam memperlakukan mereka. mungkin saat di kelas kita melihat ada anak yang sering cemberut, murung dan tak bersemangat. Jika kita jadi mereka dan proses pendewasaan terjadi seperti usia kita mungkin ia akan berkata. “Aku punya masalah, bu!”
Contoh cerita di kelas ada anak yang diam saja tak seperti yang lain. 

Contoh Cerita Kasus 1 :

“Apa kau sakit?” Ibu guru mendekati anak yang diam di antara teman-teman lainnya yang bermain. Wajahnya lesu tidak bergairah. Terdorong hasrat ingin memberi nasehat, ibu guru mendekati dan mengelus-elus punggunnya. “Sakit apa nak?”

“Tidak, Bu!”

“Apa kau mau main dengan ibu?” Ibu guru inisiatif mengambil boneka tangan dan menggoyang-goyangkannya.

“Tidak, Bu!”

“Kamu kenapa diam membisu, tidak seperti kawan-kawan yang lain?” kaca mata bu guru di geser ke atas, karena turun mendekati hidung yang lumayan pendek.

“Saya punya masalah, Bu!” jawab anak itu lemas menatap ibu guru dengan mata yang sendu.

“Sama ibu juga punya masalah, tos dulu ah!” Lalu mereka berdua saling beradu tangan tanda senasib seperasaan.

Punya masalah? Anak kecil koq sudah punya masalah? Nah lho. Jika anak bisa berbicara gaya orang dewasa mungkin akan mendapati hal seperti itu. Atau seperti ini.

Contoh Cerita Kasus 2 :

“Coba siapa tahu rasanya gula?” Ibu guru memberi pertanyaan sederhana, ia menatap semua mata anak-anak di depannya. Ibu guru sengaja mengacungkan tangannya, berharap ada yang mengikuti gerakannya. Semua mengacunhkan jarinya antusias. Ibu guru senang. Tapi lagi-lagi anak itu diam. Bu guru mendekati anak itu, pelan-pelan ia berbisik. “Coba siapa tahu rasanya gula?”

Anak itu menggeleng. Ah, mungkin ia tidak tahu. Ia coba lagi dengan pertanyaan lain yang lebih sederhana, tentunya kalua ada gula pasti ada garam. ‘Pasti mudah dong menjawabnya.’ Pikir ibu guru. Raut wajah ibu guru sumringah, senyum-senyum sendiri.

“Coba siapa tahu rasanya garam?”

Anak itu menggelang lagi. Habis upaya ibu gurunya, ia beralih kepada teman-teamannya yang lain, yang lebih antusias. Tanpa disadari ibu guru, terlihat di depan pintu kelas kakaknya memperhatikan. Kakak melihat sang adik ditanya bu guru hanya menggelang saja. Padahal ia anak yang pandai.

Saat pulang sekolah sang kakak bertanya pada adiknya.

“Apa kau tidak tahu bagaimana rasanya gula?” selidik kakaknya penasaran.

“Tahu?”

“Lalu kenapa tidak menjawab tadi?”

“Aduh, kakak aku tuh lagi pusing.. Kenapa ayah dan ibu bertengkar melulu ya?”

Ini hanya misalkan. Tapi jika anak bisa bicara dengan bahasa orang dewasa hal ini mungkin akan terjadi. Mungkin pernah ada anak yang bilang tidak mau belajar dengan guru itu! tidak mau belajar sama guru ini. Kenapa seperti itu? Itu karena cara pembelajarannya berbeda. Dan anak berkomunikasi dengan gayanya sendiri. Setiap anak itu unik dan untuk mendekatinya perlu mengenalinya terlebih dahulu.

Macam-Macam Karakter Anak

Oke. Setelah kita mengetahui alasan kuat mengapa kita harus mempelajarinya. Maka inilah karkter anak.

1. Motorik (Banyak bergerak)
“Anak yang cenderum diam justru bermasalah.” Saya kaget mendengar kalimat ini. Sebelum tahu hal ini saya selalu jengkel saat anak-anak tidak mau diam di tempat. Disuruh ini tidak mau, disuruh begini susah melulu. Kadang ia berlarian dan menyikut anak lain, sehingga menimbulkan tangisan salah satunya. Faktanya memang begitu anak justru banyak bergerak itu lebih baik. Maka menjadi wajar mana kala anak tidak bisa diam di tempat terlalu lama, tidak kenal lelah dan capai. Maka untuk mendidik mereka dengan cara melibatkan mereka pada aktifitas motoriknya. Buat mereka merasa nyaman. Maka guru-guru PAUD sering menggunakan banyak gerakan dan jenis tepukan.

2. Berpikir
Anak belum bisa berpikir yang abstrak. Mereka berpikir yang nyata. Kongkrit. Maka gunakan media atau alat media untuk membantu anak dalam berpikir dan menangkap pelajaran. Dunia anak adalah dunia konkrit.

3. Ingin selalu tahu dan berkreasi atau penasaran.
Jangan matikan rasa ingin tahu anak dengan mengabaikan pertanyaan mereka. Berikan permainan yang menantang rasa penasaran mereka, bisa dari SAINS atau apa saja. “Perbanyak melakukan penelitian, pengamatan dan pertunjukan agar anak-anak terangsang motorik.”

4. Emosinya masih labil. (mudah berubah)
Setelah anak bertengkar dalam sepuluh menit mereka langsung berbaikan bersalaman dan bermain bersama lagi. Kak Muskin memberikan cara untuk melerai anak yang sedang bertengkar. “Jangan berdiri! Mereka akan saling menyalahkan. Maka posisi yang benar adalah duduk sesuaikan dengan tubuh anak, dan nada suara kita pastikan di bawah nada mereka.”

5. Suka bermain.
Dunia anak adalah dunia bermain. Anak mampu mempelajari berbagai hal dari cara mereka bermain, bersoialisasi, bahasa dan rasa percaya diri.

“Maka pandai-pandailah guru membuat game edukatif!”

Macam-macam bermain:
a. Bermain indoor/outdoor
b. Bermain dengan alat dan tanpa alat
c. Secara individu atau kelompok. 
d. Aktif dan pasif. Aktif adalah anak ikut bermain, pasif anak tidak ikut dalam permainan diantaranya menonton. Bermain adalah aktifitas yang membuat perasaan happy (menyenangkan). Dan bemain pasif itu tidak baik. Anak menonton televisi itu berbahaya. Membuat susah konsentrasi dan susah menangkap pelajaran.


6. Setiap anak itu unik. 
Carilah kelebihan setiap anak. Dimunculkan sehingga ia bisa berdiri di atas potensinya. Jika ada 30 anak maka buatlah 30 prestasi. Tapi kita lebih mudah melihat kekurangan daripada kelebihan mereka, kan? Intinya cari agar semua anak mempunyai prestasinya. Agar tidak ada yang minder. Terlalu dini jika anak dibebankan dengan persaingan. 

Contoh perintah yang mengandung karakter pendidikan karakter. “Yang tadi pagi menyalakan lampu kelas boleh pulang duluan?”

7. Mudah meniru/ imitasi. 
Di sekolah orang yang paling dipercaya adalah guru. Guru adalah orang yang paling mereka percayai daripada orang tua. Maka berhati-hatilah jika berperilaku dekat anak-anak. Karena perbuatan lebih besar pengaruhnya daripada ucapan. 

8. Masih tergantung pada orang lain.
Orang dewasa. Belum mandiri. Anak sering laporan. “Bu guru, si anu suka mencontek!” 

9. Anak berkembang melalui proses belajar. 
Mendidik anak bukan seprti memasak mie instan. “Sabar dalam mendidik anak, sabar yang tidak ada batasnya.” Tugas kita menyiapkan lahan/pondasi yang kuat bagi anak-anak kita.

10. Suka bergaul dengan teman sebaya. 
Maka untuk mengubah seorang anak ubahlah kawan-kawannya. Cukup belajarlah mencintai anak-anak!

Nah, semoga bisa dipahami ya. Materi ini bisa dibaca oleh semua kalangan, tidak teruntuk guru PAUD tapi juga Orang Tua. Akhirnya saya ucapkan Terima kasih kepada PAUD Kober Al-Istiqomah  Cantigi, Desa Kujang Kec. Cikoneng, Kab. Ciamis  yang mengajak penulis untuk ikut seminat keren ini.

-
Sabtu, 19 Januari, 2013, Sejahtera Plaza Ciamis.
Penulis : Agus Sutisna
Designed by rawpixel.com / Freepik

6.2.20

Notes Seminar Kewirausahaan : “Mencapai Sukses Kehidupan” bersama Ir. H. Aburizal Bakrie


“Tidak banyak tokoh nasional yang melihat langsung potensi daerahnya (khususnya Kab Ciamis).” Rektor Unigal menyambut kedatangan bapak Ir. H. Aburizal Bakrie.

Seminar kewirausahaan ini dimulai dengan pemberian laptop kepada mahasiswa berprestasi di enam fakultas serta pemberian novel “Anak Sejuta Bintang” pada mahasiswa Unigal yang diwakili oleh BEM dan DPM. “Dari awal saya sangat bergembira bertemu dengan adik-adik mahasiswa.”

“Jangan pernah melupakan Indonesia!” kalimatnya membakar kami semua yang berada di aula.

“Selalu saja ada jatuh bangun!” Begitu beliau memulai fokusnya sesaat setelah bertanya pada kami. “Siapa disini yang ingin jadi polisi?” Kulihat tidak ada yang mengangkat tangannya. “Siapa disini yang ingin jadi dosen?” Kulihat tidak ada sama sekali yang mengacungkan tangan. “Siapa disini yang ingin jadi pengusaha?” Aku buru-buru mengacungkan tanganku. Semoga menjadi kenyataan.

“Senang itu cobaan; susah juga cobaan!” Pengantarnya. “Jangan pernah patah; saat gagal dan kesulitan!” Itu petuahnya. “Jatuh; bangkit lagi! – jatuh;bangkit lagi!” Begitu ia mengulanginya. Sungguh memotivasi siapa saja yang mendengarnya. Ibarat bayi yang sedang berjalan; tidak akan menyerah; tidak akan kalah.

“Jika gagal; lalu mengurung diri di tempat gelap; jangan pernah sekali-kali!” Petuahnya penuh dengan perumpamaan. “Kalau berdiri di tempat gelap; bayangan saja akan menghindar; apalagi kawan!” Jelasnya. “Matahari masih bersinar; membawa energi kehidupan; jangan takut pada matahari; apalagi laki-laki!” Ia bercanda kepada peserta mahasiswi.

“Hari ini persaingan bukan lagi antar perusahaan; tapi antar manusia yang saling berkompetisi” jelas penyuka karate ini.

“Meski sedang asik wakuncar (wajib kunjung pacar) tapi harus segera pulang!” beliau memang menempatkan disiplin waktu diurutan pertama. “besoknya saya latihan karate!”

“Kalau kita berpikir; berpikirlah yang besar; karena waktu kita hanya 24 jam!”

Suatu saat ia meminta pada ayahnya sejumlah uang untuk membayar hutang, “Tapi jangan bilang-bilang sama ibu!” Ayahnya lalu ketawa terbahak-bahak. Abu rizal muda bingung kenapa ayahnya tertawa; bukannya membantu dan terharu. Lalu ayahnya bilang; “Orang yang tidak pernah gagal; tidak pernah berhasil!”

Memang kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda!-pen. Ide bisnis itu tidak hanya dimulai dari uang. Beliau pernah menjadi orang termiskin; lebih miskin dari pengemis manapun. Ia pernah berbisnis baju dengan designnya sendiri bertuliskan ITB di depan lalu di punggunnya bertuliskan “Idaman Tjewek Bandung”

Kita hadapi!; Jangan pernah menghindari masalah!; Hadapi!; dan cari jalan keluarnya! Kita pikirkan apa yang masih bisa kita lakukan! “Kita tidak akan miskin dengan membayar hutang!”

Bisnis masa depan ada dalam singkatan FEW (Food; Energi dan Water). Kalau mau berbisnis; jangan berpikir mulai dari uang. Kenapa ia berbicara seperti ini? tidak lain dan tidak bukan agar semua orang terinspirasi sebagiaman cerita tentang columbus;

Suatu saat columbus bertaruh pada kawan-kawannya untuk mendirikan telur; semua orang mencoba tapi gagal; mencoba lagi tapi gagal; lalu giliran columbuslah pada akhirnya ia membelah telur tersebut dab menumpuk dibelahan yang lainnya. Akhirnya terlur bisa berdiri. “kalau begitu saja saya juga bisa!” kata kawan-kawannya!

Ya. Itulah yang Aburizal Bakrie lakukan hari ini; ia ingin kita juga mengatakan kata positif itu “kalau begitu saja saya juga bisa!”

Ia juga diminta salah satu koran daerah untuk memberi sambutan dalam tulisan orang-orang daerah yang berhasil dari nothing sampai something. Dan beliau inginkan agar mereka-mereka (orang inspiratif itu) bisa juga berseminar sebagaimana dirinya di auditorium Universitas Galuh ini agar dapat menyebar virus-virus positif pada mahasiswa dan generasi muda. Mencapai sukses kehidupan: ada keberanian; ada ide. Keberanian untuk jalan dan bergerak!

Sebuah kata terakhir sebelum sesi photo bersama peserta seminar dia membubuhkan suatu perumpamaan (lagi): “bila tiba malam; jangan mengeluh pada gelapnya malam; tapi ciptakanlah pelita untuk menerangi semesta”. “Nyalakan pelita mu sendiri!”

Terimakasih kepada Fitria yang sudah bersedia mengundangku ke seminar ini.


-
29 Mei 2012. Auditorium Universitas Galuh Ciamis
Pemerhati seminar agus sutisna
Designed by iconicbestiary / Freepik

5.2.20

Notes Seminar Pendidikan : Membangun Profesionalisme Guru : Guru Paud Dibayar “Sajuta”


Mendidik anak-anak tidak sama dengan mengarahkan ikan untuk berenang. Tidak sama dengan mengajari burung terbang. Anak-anak sangat tak terkendali bahkan tak terduga. Setiap anak itu berbeda. Satu yang bisa menyatukan mereka adalah bermain bersama.

“Guru itu musti ikhlas; ikhlas dalam mengajar dan ikhlas dalam menjaga profesionalismenya. Guru yang tidak ikhlas sama sekali tidak akan membentuk anak-anak berkarakter.” Pemateri UPTD memberikan pemaparan tentang profesionalisme dalam mengajar dan mengabdi pada Pendidikan. “Jangan sampai datangnya ke sini hanya untuk mendapatkan sesuatu dan atas sesuatu, misalnya tunjangan, paksaan dan perintah saja. Tapi niatkanlah untuk mendapatkan pengetahuan baru.”

“Ada 5 dari 153 guru yang mendapatkan dana dari gubernur. Lumayan buat membeli seragam-seragam mah!” Katanya. Sedangkan dana ini hanya diberikan setahun sekali. “Ini bukan pencitraan atau politik!” Katanya lagi.

“Dana seperti ini sebisa mungkin untuk mencerdaskan diri sendiri. Belilah laptop! Belilah modem! Dan lanjutkan sekolahnya!” Tambahnya lagi.

Untuk mendapatkan tunjangan ini harus lebih dulu mendapatkan NUPTK. Sedangkan untuk mendapatkan NUPTK bisa dikatakan sulit. Beberapa dari guru yang didominasi oleh kaum perempuan ini saling berbisik tentang susahnya mendapatkan NUPTK.

Materi yang saya tuliskan memang tidak semuanya tertera disini, ada beberapa factor diantaranya audio yang kurang nyaman di telinga. Jadi sebagian materi didapatkan dari forum diskusi dan catatan kecil.

“Minggu ini ada seminar mainan edukatif. Lumayan bisa mempercepat intensif!” Salah satu tutor memberikan informasi kepada semua guru. Beberapa orang berpendapat jika sertifikat itu ada kadaluarsanya maksimal 3 tahun. Maka dari itu setiap ada pelatihan dan seminar tutor harus siap sedia. Siap dana dan siapin waktunya.

Jika dahulu guru TK dan PAUD itu dibedakan sekarang semua disatukan dalam satuan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Jika ada guru yang mengatakan ia bekerja di PAUD X. “Dia keliru. Belum paham!” Papar pemateri. “Harusnya dia mengatakan nama satuannya: TK, RA, Kober atau yang lainnya.” Jelasnya lagi.

“Niatkan menjadi guru adalah untuk mencerdaskan anak bangsa. Itu adalah profesi mulia. Kelak anak didik kita menjadi orang. Maka kita jualah yang bangga”

Salah satu yang menyurutkan semangat juang mendidik adalah upah yang tidak sesuai. Mungkin mengajar anak-anak tidak dengan derasnya keringat, tapi ancaman mental dari suasana kelas, pengendalian anak-anak bahkan orang tua murid menjadi ancaman serius bagi seorang guru.

Orang tua kadang memang menjadi tantangan sendiri bagi guru. Berbagai tuntutan malah banyak muncul dari orang tua. Misalnya ia ingin pindah dari salah satu sekolah karena di sekolah itu anaknya tidak ada perkembangan dalam membaca atau menulis. Padahal tingkat pendidikan usia dini hanya diajarkan pengenalan huruf dan angka saja. “Belum saatnya anak sedini itu dijejali hitungan dan bacaan yang memberatkan.

“Jangan pula seorang guru terlena dan terjebak atas tuntutan orang tua yang menginginkan anaknya pandai membaca dan menghitung!”

Memang seringkali terjadi di sekitar kita jika anak yang pandai membaca dan menghitung saat usia dini adalah harapan terbesar bagi orang tua. Tapi menurut ahli psikologi dan perkembangan anak hal itu sama sekali tidak dianjurkannya.

“Biarkan masa-masa golden age itu dinikmati anak-anak dengan mengaktifkan otak kanan.” Saya pernah mendengar kalimat tersebut dari suatu pelatihan. “Kegiatan mewarnai hanya akan membangkitkan otak kiri anak saja!” Tambahnya. “Kegiatan menggambar dalam kertas kosong malah lebih baik dari pada mewarnai, karena aspek sinaps dari kedua otak akan saling bersentuhan!”

Bukan sekedar kabar burung ketika alumni dari Program Studi Keguruan dan Pendidikan malah berpindah haluan pada bidang lain yang lebih menjanjikan masa depan. BANK misalnya. Kadang pula hanya niat ingin mendapatkan titel sarjana saja.

“Jangan menyerah meski dibayar 75 ribu, 25 ribu, 15 ribu atau tidak sama sekali!” Papar pemateri.

Pelatihan itu cukup membuat jantung saya berusaha keras berdetak. Ternyata menjadi seorang guru itu suatu amanah yang sangat besar. Generasi selanjutnya ada di tangan kami para guru. Generasi yang akan menjadi besar dengan sentuhan pendidikan yang benar dari dasar.

Langkah-langkah kami tetap menginjak tanah dan tidak terbawa arus pusaran angin yang mengiming-imingi harta dan kedudukan. Meninggalkan anak-anak demi kekayaan sesaat sangatlah tidak patut digugu. Padahal kesempatan diluar sana sangat besar bagi kami untuk meraup uang dan kekayaan. Terkadang ada yang nyeletuk berkata, “Kenapa tidak pindah saja dan cari pekerjaan yang sesuai dan bermasa depan?”

Saat kelas-kelas tidak ada gurunya. Sedangkan anak-anak pukul tujuh sudah ada di dalam ruangan, menunggu gurunya datang. Siapa yang akan mengajarkannya mengenal hitungan? Siapa yang akan menceritakannya dongeng penghantar? Siapa yang akan mengajarkannya sembahyang? Anak-anak itu tetap menunggu di dalam ruangan sampai gurunya datang. Lalu siapa yang tidak tega dengan semua ini? Sedangkan guru PAUD hanya dibayar “SaJuTa” (Sabar, Jujur, dan Tawakal)!


--
Pemerhati Seminar : Agus Sutisna
14 Januari 2013. 
Bertempat di SDN 2 Kujang. 
Artikel ini pernah di publish di kompasiana.com/agussutisna
Design Gambar Sampul oleh Freepik

30.1.20

Notes Seminar dan Workshop : 'Jualan Online Zaman Now'


Kali ini saya berkesempatan untuk menghadiri Seminar E-Commerse atas undangan perwakilan dari kampus STT YBSI. Peserta dibatasi dan rata-rata mereka yang sudah berkecimpung didunia marketing baik online maupu offline. Tanpa mengurangi rasa hormat dan rasa ingin berbagi kepada orang lain terutama pihak kampus, aku sudah siap mencatat apa-apa saja yang telah dipaparkan. Sebenarnya ada banyak pemateri pada hari itu, dimulai pukul delapan pagi sampai pukul enam belas sore. Tapi aku hanya berhasil mencatat dua pemateri, sementara yang lainnya tidak tercatat. Tapi sedikit ingat tentang materinya. Nanti saja ya di postingan berikutnya.

Pemateri 1 : Dari Dinas Perdagangan dan Industri (Wirausaha — Broken Business & Broken Windows)


Jatuhnya perusahaan karena perilaku manusia yang tidak mau mempedulikan akan saran dari orang lain. Ibarat rumah seseorang yang diteriaki tetangga jika ada jendela kaca rumah yang pecah; sementara si empunya rumah adem-adem saja. Hingga akhirnya jendela yang rusak itu menjadi cara si pencuri membabat habis perusahaannya; mencuri resep atau ide. Hingga benar-benar gulung tikar.

Kebiasaan orang Tasikmalaya yang berbisnis tidak akan lama hanya dua atau tiga bulan, kenapa, karena setiap ada produk baru misalnya Seblak, maka semua orang akan meniru. Nah itulah yang dinamakan teori Broken Businnes & Broken Windows. Pecah ini bisa dari sisi kesehatan atau kebersihan. Misalnya ketika membeli baso di salah satu ruko, seorang pelanggan melihat seekor tikus berjalan-jalan di atap ruko. Ia mengira jika pasti daging bakso dari tikus. Hingga ia menyebarkannya pada orang lain. Itulah akibat dari gosip.

Menurut beliau, salah satu kendala pebisnis adalah :

1. Perilaku ; saat mental tidak kuat.
Contohnya ketika mendapatkan dana KPR atau pinjaman dari Bank, alih-alih untuk menggunakan sebagai modal malah digunakan untuk mencicil rumah, mobil dan sebagainya. Biasanya ini pengaruh dari lingkungan dan lingkungan paling dekat adalah suami/istrinya. Hingga akhirnya ia hanya menggunakan 2 % dana dari jumlah keseluruhan. Sudah pasti bisnisnya tidak akan maju.

Maka dari itu jangan mengedepankan keinginan/gaya hidup.

2. Pesaing dan peniru.
Seperti yang diceritakan di awal, keterlambatan pebisnis adalah kaku dengan bisnisnya. Tidak menciptakan ciri khas dan melengkapi apa yang kurang; sehingga jangan marah jika ada pebisnis lain yang mencuri perhatian pelanggan.

Modal terpenting dari sebuah wirausaha/berdagang adalah kejujuran. Dengan menceritakan pengalaman sendiri pembicara mencontohkan saat ia berdagang kain, awalnya ia berdagang dengan ukuran kain 1 meter tiga puluh. Dan karena pelanggan banyak lalu omset naik terus; ia terlena sehingga mengurangi meteran. Alhasil perusahaan besar yang menjadi rekan kerjanya membatalkan kerja sama. Yang salah siapa. Kita sendiri, karena tidak mau bersikap jujur. Produk itu bukan dikurangi tapi dilebihkan dari sisi kualitas dan kuantitas. Pelanggan tidak akan merengek jika pun harganya naik; asal bahan/kualitasnya tetap dinikmati.

“Jangan mengurangi selera/rasa pelanggan.” Itu intinya.

Pemateri 2 : ‘Pengembangan Produk di Media Sosial’


Materi ini disampaikan oleh salah satu divisi Shopee yang bertugas dalam mengembangkan UMKM. Dari berbagai data yang ia tunjukkan; disimpulkan jika populasi orang Indonesia itu paling banyak pengguna internet. Dan dari pengguna itu mereka memakai ponsel. Dan ini peluang besar bagi siapa pun yang ingin mengembangkan bisnis/brand. Tidak lain adalah dengan cara tanggap dengan teknologi. Begitu pun Shopee. Eit, ini bukan iklan ya. Kebetulan saja acara itu disponsori oleh Shopee dan materinya cukup bagus.

Kita ambil manfaatnya saja dari setiap pemateri. Mencari ilmu bisa dari mana saja, kan? Masih dari data tersebut perusahaan e-commerce itu membuat aplikasi yang menyatukan Marketplace, Mobile dan Media Social. Yup, itu ide hebat! Dan semua tahu jika orang Indonesia terkenal ramah; sampai-sampai di media social pun kita lebih suka ber-chat daripada membuat informasi yang akurat. Hihi ..

Penulis jadi kepikiran; sejak bergabung di Facebook pada tahun 2009, dipakai buat apa saja? — Itu pertanyaan retorika saja. Penulis manggut-manggut.

Dalam berbisnis niatkan untuk membantu perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar. Jadi bukan untuk kaya seorang diri. Betul ga? Aku sih manggut-manggut saja. Betul juga kita harus punya niat mengembangkan usaha sehingga bisa merekrut karyawan di lingkungan sekitar. Kita bisa memberantas kebodohan; kemiskinan dan ketertinggalan dengan berbisnis. (itu pemikiran penulis saat mendengarkan orang itu bicara. Dalam konteks ini bisa saja penulis melamun sehingga kurang konsentrasi dengan materi pembicara.)

Orang Indonesia setidaknya mempunyai tiga alasan mengapa ia mau membeli; yang pertama adalah visual. Yup, tampilan depan. Tampilan kemasan. Tampilan display. Mereka suka dengan apa yang dilihatnya. Kedua Biaya/ harga. Diskon sedikit saja akan dikejar; apalagi kaum perempuan. Hihi.. Ketiga kepercayaan. Yup, lagi-lagi soal pondasi kejujuran. Poin terakhir ini adalah alasan mengapa pembeli datang lagi dan datang lagi.


Kekuatan Visual
Tips agar tampilan display di toko online atau media social adalah foto yang menarik dan berlatarkan warna putih bagi produk yang berwarna. Atau hitam sekalian agar terkesan elegan. Dan untuk foto perhatikan : penerangan (lighting); produk dengan perbadingan; fokus satu barang; ambil foto dari berbagai sudut; sesuaikan background dengan kebutuhan.

Kenali Pelanggan

Kenali konsumen kita dari jenis kelamin, usianya, statusnya, masalah utama; dan solusinya. Oh iya ada beberapa tahap seseorang bisa menjadi pembeli; dan seorang pembeli menjadi pelanggan.
1. eksplorasi di media social; Kasih tahu tetangga; kasih tahu teman dan kerabat; apa sih produk yang kita jual.
2. Namai produk kita dengan menarik.
3. Coba ilustrasikan kegunaan produk.
4. Bandingkan keunggulan produk anda dengan produk orang lain.
5. jelaskan produk secara rinci.
6. gunakan diskon dan keterbatasan stok.
7. buatlah informasi peraturan dan poting pembeli sehingga menciptakan kepercayaan dan pelanggan merasa bangga membeli produk kita.

Cukup untuk hari ini semoga bisa saling mengisi informasi.Jangan lewatkan Notes lainnya hanya di Kantorbos (Tidak hanya sekedar mengirim surat)

--

Tasikmalaya, 14 Agustus 2018, Hotel Santika Tasikmalaya

(Ditulis kembali oleh Agus Sutisna, 
perwakilan Kampus STT YBS Internasional Tasikmalaya)

Design Sampul by Freepik