18.2.20

Notes Pelatihan Public Speaking : Komunikasi Efektif dengan Mengendalikan Gugup di Depan Umum


Mitos : “Kemampuan berbicara di depan umum karena bakat”
Fakta :  "Kemampuan berbicara di depan umum berkembang karena latihan dan praktek"

Kalau begitu, apa sebenarnya yang menghalangi kita untuk berlatih dan praktek? Yup! Penyebab aslinya “rasa gugup” akibat “rasa takut”.

Pertanyaan paling banyak kerap keluar dari para peserta pelatihan Public Speaking adalah "Bagaimana caranya mengatasi grogi, rasa deg-degan dan kaki gemetar ketika berbicara di depan umum?"

Grogi sepertinya hal wajar ya melanda seseorang yang akan berbicara di depan umum, kadang karena ingin tampil maksimal sesuai latihan malah menambah rasa grogi. Kebayang mungkin ia akan salah ucap sehingga ditertawakan orang lain. Atau lupa materi ketika asik berbicara di depan umum, padahal itu semua belum terjadi. Hanya saja segala kemungkinan terbayang dalam ingatan. Kalau dia bermental lemah ia akan mengundurkan diri.

Saya pernah membaca beberapa biografi tentang tokoh-tokoh yang jago orasi, retorika dan biasa berbicara di depan umum bahwa rasa grogi adalah rasa yang sering datang berulang, dan justru karena rasa grogi itu membuatnya menjadi sadar apa yang harus ia lakukan. Sehingga dia akan lebih fokus dalam menyampaikan materi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, GROGI berarti merasa canggung atau takut berhadapan dengan orang banyak.  Sementara NERVOUS atau GUGUP adalah berbuat atau berkata dalam keadaan tidak tenang; gagap; sangat tergesa-gesa; bingung. Apapun padanan katanya, hal tersebut selalu menjadi momok menakutkan manakala berlatih berbicara di depan umum. Istilah yang tepat untuk menggambarkan seseorang yang 'kikuk' saat tampil di depan umum adalah demam panggung, beberapa gejala dari  'demam panggung' :

1. Detak jantung semakin cepat


Ada sensasi mengerikan ketika nama kita dipanggil, atau kita berada dalam urutan tampil. Berbagai hapalan teks materi dan rapalan jampi-jampi supaya tetap tenang akan dilakukan. Berbeda senasinya jika kita hanya sebagai penonton saja. Seorang penampil dituntut untuk sempurna, mungkin ini yang menyebabkan 'penampil' seolah diburu kesempurnaan.


2. Lutut bergetar


Entah lutut yang kanan, atau yang kiri, Mungkin dua-duanya. Seluruh sendi yang menopang kita berdiri seolah mengalah manakala kita berada di depan orang lain. Sekuat apapun kita berusaha untuk menenangkan diri, tapi kontrol lutut seolah bergetar sendiri. Dan itu sangat memalukan ketika kita sedang diperhatikan.

3. Berkeringat


Tiap orang berbeda dalam hal ini, keringat merupakan air yang keluar manakala suhu tubuh meningkat. Ada yang berkeringat di telapak tangan, dahi, hidung dan sebagainya. Dan hal yang tidak wajar adalah manakala keringat kita bercucuran. Sehingga nampak kita sedang gelisah, membawa banyak tisu untuk meredaka ketegangan.

4. Suara bergetar


Kondisi lutut yang bergetar, atau tangan yang bergetar bisa kita minimalisir dengan mencubitnya atau bersender pada benda sekitar. Seperti meja atau apapun benda untuk bersandar. (menyender). Tapi bagaimana kalau suara kita yang bergetar? bukan karena sengaja atau teknik, tapi pita suara tidak terkendali. Sangat malu ketika kita berbicara atau tampil menggunakan pengeras suara (microphone).


5. Pusing


Kondisi ini sangat tidak ditolerir ketika kita akan tampil tapi kepala kita menahan sakit.atau pusing. Keringat tidak henti-hentinya mengucur. Tenggorokan kering kekurangan air (dehidrasi), dan diperparah dengan hapalan teks materi yang belum kita kuasai. Terkadang kita seperti seekor ikan yang sengaja disuruh keluar kolam? Ini bukan zona nyaman! ya jelas untuk tampil di depan umum, terlebih bagi 'Pemula' itu sungguh kiamat besar.


6. Kejang perut/mual


Bolak-balik ke belakang, entah karena kedinginan atau suhu tubuh yang tidak normal. Perputaran di area lambung dan salurannya membuat kita tidak enak duduk, tidak betah berdiri. Gelisah dibuatnya. Ingin rebahan tapi materi belum hafal.


7. Sakit punggung


Rata-rata semua organ kita terganggu ya manakala kita akan 'naik panggung'. Entah bagaimana jadinya ketika kita memaksakan diri dengan kondisi yang luar biasa mengerika ini. Hehe .. Jelas ya jika mau tampil cari posisi nyaman untuk istirahat, latihan dan persiapan. Tubuh kita perlu beradaptasi dengan hal-hal yang belum pernah kita lakukan.


8. Mata berair


Gejala-gejalanya amat menghawatirkan ya, kebayang ga saat kita lagi presentasi atau berbicara di depan umum, tapi pandangan kita seolah kabur, karena selaput korena kita terisi air? Bukan sedang menangis tapi seolah ada kabut tebal yang membuat kita mengibaskan tangan kita ke mata. Atau Sesuatu yang membuat kita gatal ingin mengucek mata. Entah respon tubuh karena sedang beradaptasi atau lensa mata kita perlu perhatian lebih untuk lebih fokus karena melihat orang banyak. (menenal dan menipis).


9. Amnesia


Ini gejala yang amat fatal ya. Hahaha .. Ketika dalam urutan tampil kita malah lupa tempatnya, lupa materi, lupa dimana menyimpan catatan (note), lupa kalau hari ini ada acara di luar, lupa kalau kita sedang berbicara di depan umum. Atau barangkali kita lupa siapa nama kita 'Ari urang saha?' Apapapun itu kondisi otak sedang dalam tahap beku, perlu pendinginan dan ketenangan. Plis, jangan dulu buka mulut kalau kondisi badan kita belum siap. Jangan sampai kamu ada dalam tahap 'lupa' ini atau yang kesepuluh ini. 'Pingsan!'


10. Pingsan


Merepotkan ya kalau kamu sedang berada dalam tahap ini. Nervous yang teramat sangat! - Kondisi tubuh tidak bisa dikendalikan, pikiran, perkataan sudah tidak normal. Stak! kita ambruk di tempat. Pernah melihat fenomena seperti ini kan? Semoga kita tidak mengalaminya.


Lalu bagaimana cara mengatasinya? - sebuah pepatah yang tertera dalam spanduk rumah sakit adalah 'Setiap Penyakit ada Obatnya!'. betul sekali, untuk mengatasi Nervous/Grogi kita harus tahu dulu apa sebabnya. Kenapa kita suka bergetar lututnya saat berbicara di depan umum, kenapa kita ini, kenapa kita begitu. Ulasannya masih panjang, besok kita lanjutkan tentang  'Penyebab Nervous dan Solusinya'.

-
Terima kasih sudah membaca sampai akhir, semoga tidak puas dalam mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Jika butuh konsultasi bisa ke web ini Pustaka Besar

--
Tasikmalaya, 18 Februari 2020
Penulis : Agus Sutisna

---
Referensi :
Pelatihan Public Speaking, Sekolah Komunikasi Miracle. Tasikmalaya
Thank's to ibu Lucy Dian Rosalin, bapak Andi Gumilar, dan semua Crew Sekolah Komunikasi yang paling keren!!
Comments

5 tanggapan

bahahahaha amnesia alias blank kali ya, saya belum pernah dong ngomong di depan banyak orang langsung di depan gitu, palingan ya pas rapat gitu tapi di meja bukan persentasi kayak teman-temen yang kece :D

Luar biasa ilmunya. Sangat berguna buat saya yang lagi menyenangi aktivitas public speaking

Eh iya benar, kata mentor public speaking saya, grogi itu datang berulang cuma kalau semakin tinggi jam terbangnya maka semakin mudah mengatasi grogi itu.


EmoticonEmoticon